Perpustakaan

Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

10 November: Hari Pahlawan untuk Luwarsih Pringgoadisurjo


 


Too glam to give a damn . .

Siapa yang masih asing sama nama PDII LIPI? Cung tangannya dong gengs. MinCe bakal ngasih tahu ke kalian tentang PDII LIPI, tapi sedikit aja ya~ karena MinCe mau bahas sosok wanita keren dibalik PDII LIPI sekaligus dunia perpustakaan.

PDII LIPI merupakan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bertujuan memberikan keterkaitan pemahaman serta penyedia bahan dalam penelitian. PDII LIPI sebelumnya bernama PDIN (Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional) yang mengemban tugas memberikan pelayanan akan kebutuhan bahan bacaan segala penelitian dan lembaga penelitian di Indonesia. PDIN selalu mengalami penyempurnaan organisasi, hingga sekarang menjadi badan besar dalam penyedia informasi – informasi yang dibutuhkan peneliti.

Baca juga: PDII LIPI Penyedia Informasi Penelitian

Gengs, dibalik penyempurnaan PDIN ini ada campur tangan wanita keren lhoo, Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo. Beliau sosok yang perhatian, cekatan, pintar, sekaligus berinovasi dan mengemukakan gagasannya untuk bidang perpustakaan dan dokumentasi. Kita kupas satu – satu yaaa.

Siapakah Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo?

Beliau merupakan Direktur PDIN kedua yang menjabat pada 1973 – 1989. Ibu Luwarsih lahir di Semarang, 14 Februari 1930 dan wafat pada 04 Juli 1994. FYI, Ibu Luwarsih ini lajang semasa hidupnya, bisa dibilang the real single independent women yaa. Ibu Luwarsih merupakan sarjana muda Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan meraih gelar master di Library School, Tenesse, USA dengan program beasiswa. MasyaAllah.

Karir Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo

Dalam menjabat sebagai Direktur PDIN, jaringan PDIN tidak hanya di Indonesia, namun juga sampai ke mancanegara. Ibu Luwarsih banyak mendapat kegiatan pelatihan beasiswa di luar negeri dalam bidang informasi, dokumentasi, dan perpustakaan, menjadikannya banyak bekal saat kembali ke Indonesia dan menjadi era perkembangan dokumentasi informasi di Indonesia. Saat menjabat sebagai Direktur pula, Ibu Luwarsih juga sebagai manajer dari projek Dokumentasi Wanita dan Anak, dimana programnya untuk menunjang kegiatan kantor Mmenteri Kesejahteraan, sekarang dikenal dengan Kementerian PP dan PA.

Ibu Luwarsih turut meletakkan perhatiannya dalam dunia perpustakaan, mulai dari ketersediaan informasi, tugas pustakawan, dan kemudahan akses bagi setiap lapisan masyarakat. Perpustakaan adalah organisasi bertumpu pada jasa, pengetahuan, dan keterampilan, maka dibutuhkan pula kepiawaian pustakawan untuk melayani pemustaka. Dengan ini Ibu Luwarsih mengadakan program pelatihan pustakawan ke luar negeri, memberangkatkan kurang lebih 91 orang, termasuk karyawan PDII dan mahasiswa ilmu perpustakaan.

Ibu Luwarsih mendedikasikan dirinya sangat banyak dalam bidang ini, tidak cukup hanya menjadi Direktur PDIN, Ibu Luwarsih memeiliki karir yang cemerlang. Tahun 1990 – 1994 menjadi pekerja aktif LIPI sebagai Fungsional Peneliti pada Pusat Penelitian Pengembangan Kemasyarakatan dan Kebudayaan.

Karya Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo

Ibu Luwarsih memiliki kurang lebih 90 judul karya tulis yang dipresentasikan pada konferensi di Indonesia maupun mancanegara, artikel, dan ceramah. Ibu Luwarsih turut menulis beberapa novel yang ditujukan untuk pembaca remaja. Tati Takkan Putus Asa, Menyongsong Badai, dan Lain Sekarang Lain Esok merupakan karya tulis Ibu Luwarsih. Menyongsong Badai, mendapat hadiah utama sayembara yang diadakan oleh UNESCO dan IKAPI.

Baca juga: Menyongsong Badai penerima hadiah sayembara

Topik perhatian Ibu Luwarsih dalam bidang perpustakaan sangat besar. Beliau banyak memikirkan, bahwa perpustakaan merupakan organisasi berkembang sebagai wadah informasi yang terus bertambah dan kebutuhan masyarakat yang banyak. Menurut Ibu Luwarsih, ini merupakan hal besar yang dihadapi dunia perpustakaan.

Beliau menumpahkan gagasannya yang hingga sekarang tetap digunakan dan kian berkembang pada perpustakaan dimasa sekarang. Yap, jaringan kerja sama dan ketersediaan bahan pustaka sangat penting dalam memenuhi informasi masyarakat luas. Atas gagasan ini, dunia perpustakaan banyak mengaplikasikan teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat serta pustakawan demi kemelekkan ilmu.

Artikel ini MinCe tulis atas apresiasi untuk Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo untuk kemajuan bidang ilmu, informasi, dokumentasi, dan perpustakaan. Sehingga kita semua merasakan kemudahan dalam pengaksesan dan mendapatkan informasi di perpustakaan. Berharap dimasa yang akan datang akan lahir muda mudi seperti Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo.

PERPUSTAKAAN KLASIK ESTETIK DI JAKARTA: FREEDOM INSTITUTE LIBRARY


 


Too glam to give a damn . .

Perpustakaan estetik yang hits di Jakarta, Freedom Institute Library. Perpustakaan ini memiliki nuansa cokelat yang bisa bikin pengunjung merasa aman dan tenteram lhoo.

Hai gengs~ balik lagi sama Tapak Cella, aku mau bawa kalian ke salah satu perpustakaan estetik di Jakarta nih. Tempatnya super duper comfy, tanpa dipungut biaya apapun, dan tanpa batasan waktu kunjungan. Untuk datang kesini gak harus jadi anggota, melainkan kita menjadi anggota perpustakaan ini saat pertama kali berkunjung.

Perpustakaan Freedom berlokasi di Gedung Wisma Bakrie, Jl. H. R. Rasuna Said No. Kav B1, Kuningan Menteng, Jakarta Selatan. Menemukan gedungnya sangat mudah, di seberang gedung KPK. Pintu masuk perpustakaan terletak di sebelah kanan sebelah front office.

Pintu masuknya cukup besar, cahaya temaram, tempatnya sangat luas dan banyak area baca. Wangi khas - khas buku tercium jelas membuat pengunjung semakin betah disini. Tidak kalah, fasilitas perpustakaan Freedom juga banyak, terutama area baca yang memiliki beragam jenis meja dan bangku.


Terdapat fasilitas WiFi gratis!! Nah siapa yang gak seneng kalau ada WiFi gratis . . pastii deh kalian langsung dateng kesana.

Freedom Institute Library gak kalah dari perpustakaan kekinian lainnya lhoo, gak hanya untuk sekedar baca, tapi untuk tempat nyantai pengunjung dari panasnya cuaca, tapiii kalian gak diizinkan untuk bawa makanan dan minuman ke area koleksi baca ya gengs. Koleksi yang dimiliki juga beragam, mulai dari sejarah, novel - novel fiksi non fiksi, sastra, filsafat, dan beragam koleksi rujukan lainnya. 

Baca juga : Perpustakaan estetik dan nyaman

Suasana dingin di ruangan ini sangat pas, gak akan bikin kalian kedinginan, melainkan semakin nyaman untuk berlama - lama di perpustakaan ini. Eits, bukan mentang - mentang nama perpustakaannya pakai bahasa Inggris koleksinya berbahasa Inggris semua ya, ada juga koleksi berbahasa Indonesia. Freedom Institute Library turut menyediakan majalah up-to-date gengs.

Freedom Institute Library bisa kalian kunjungi di hari kerja saja ya. Senin - Jum'at pukul 08:00 sampai 16:00. Dijamin kalian akan betah karena tempatnya yang sejuk dan gak begitu ramai, jadi cocok banget untuk kalian ngerjain tugas.

Baikkla sampai sini dlu ya perjumpaan kita di edisi perpustakaan estetik nan hits di Jakarta, see u dicerita berikutnya gengs . .

LAYANAN ANAK DI PERPUSTAKAAN YANG DAMAI


 


    Too glam to give a damn . .
    Hallo gengs Assalamualaikum, apa kabar nih? semoga sehat selalu yaa
    harus sehatt biar bisa jalan - jalan ke tempat yang tenang dan damai satu ini. Tempat apa tuh? 

    Kali ini aku mau share pengalaman aku berkunjung ke Perpustakaan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta Selatan. Perpustakaan ini juga sering disebut Perpustakaan KKP, dan ada nama kerennya nih, Archivelago Indonesia Marine Library. Gedungnya emang hidden banget gengs dan akses ke perpustakaannya sendiri kita harus naik lift melewati lantai - lantai kantornya. By the way, di perpustakaan ini tempatnya tenang dan damai banget, cocok buat kalian yang suka menyendiri dan sepi hehehe.

    Nuansa biru yang memanjakan mata dengan lukisan - lukisan berbau kelautan perikanan menjadi penghias dinding perpustakaan KKP. Disamping itu, ada juga miniatur kapal - kapal di atas rak buku bacaan. Pelayanan disini juga ga kalah okenya dari penyajian tempatnya gengs. Saat baru masuk perpustakaan KKP, kita wajib isi buku pengunjung dan disambut sama pustakawan yang ramah banget. Lalu, kita wajib untuk menaruh barang bawaan kita di loker yang telah disediakan, untuk ke dalam ruang koleksi, kita hanya dibolehkan membawa goodie bag transparan yang diberikan oleh pustakawan.

    Saat aku mulai explore ruang koleksinya, aku seneng banget. Seperti biasa, bau khas dari banyaknya buku yang ada tuh bikin mood jadi happy drastis. Tata ruang yang baik dan memberikan kesan nyaman hingga kemudahan pengunjung dalam mencari koleksi yang dibutuhkan. Koleksi disini ada buku seputar kelautan dan perikanan, jurnal kelautan dan perikanan, koleksi peraturan perundangan kelautan dan perikanan, serta buku bacaan dan komik kelautan dan perikanan.

    Perpustakaan KKP turut menyediakan layanan multimedia gengs. Terdapat delapan komputer yang disediakan untuk para pemustaka, namun untuk menggunakan komputer ini kita harus meminta tolong pada pustakawan agar komputer dinyalakan dan dapat digunakan. Komputer bisa mengakses beragam jurnal dan layanan internet untuk keperluan pemustaka. Psst, waktunya bebas lhoo alias tanpa batasan waktu.

    Aku tertarik banget sama layanan anak. Serius deh, rasanya inner child aku merangkak naik buat nyobain mainan di layanan anak ini 😖 koleksi mainannya banyak banget dan sangat edukatif. Yakin sih, anak - anak pasti suka dan nyaman banget disini, aku aja yang udah besar suka sama tempatnye hihihi. Koleksi mainannya ada puzzle, puzzle balok, pasir kinetik yang ga bikin tangan kotor, ada hewan - hewanan, dan boneka jari.

    Gak hanya mainan itu aja gengs, ada juga koleksi buku edukatif yang disediakan. Ada dua rak buku anak disini. Fun fact, aku baca lebih dari lima bukunya dan super seru banget. Mulai dari mengenal ikan - ikan, mengenal alam dan angkasa, buku berhitung, buku berbahasa inggris untuk menentukan karakter, dan banyak lainnya.

    Layanan anak terletak di paling pojok dari Perpustakaan KKP. Nuansa disini masih sama berwarna biru, ditambah kuning terang agar menambah kesan hangat untuk anak. Kata pustakawannya, anak - anak pegawai kantor sering bermain disini untuk mengisi waktu luang, bahkan ada yang tertidur dan agak susah diajak pulang. Untuk tahu kelanjutan dari layanan anak dan explore ruangan dari Perpustakaan KKP, kalian bisa nonton videoku nihh, linknya di bawah yap😉

    Okkei sampai sini dulu ya perjumpaan kita, jangan lupa teman - teman sekalian berkunjung ke perpustakaan KKP dan maksimalkan layanan yang disediakan. Sampai jumpa di tapact selanjutnya, wassalamualaikum!


!!!
Perpustakaan Kementerian Kelautan dan Perikanan; Archivelago Indonesia Marine Library
Alamat: Kementrian Kelautan & Perikanan, Gedung Mina Bahari IV Jl. Medan Merdeka Tim. No.16, RT.7/RW.1, Gambir, Central Jakarta City, Jakarta 10041
Jam operasi: 07:00 - 15:00 (Senin - Jum'at)
Pemustaka wajib menitipkan kartu tanda pengenal di resepsionis Gedung Mina Bahari IV
Video layanan anak Perpustakaan KKP: https://youtu.be/wiFN57Do_Kc?si=vDg_L_-_iriwbz9R