November 2023

10 November: Hari Pahlawan untuk Luwarsih Pringgoadisurjo


 


Too glam to give a damn . .

Siapa yang masih asing sama nama PDII LIPI? Cung tangannya dong gengs. MinCe bakal ngasih tahu ke kalian tentang PDII LIPI, tapi sedikit aja ya~ karena MinCe mau bahas sosok wanita keren dibalik PDII LIPI sekaligus dunia perpustakaan.

PDII LIPI merupakan Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, bertujuan memberikan keterkaitan pemahaman serta penyedia bahan dalam penelitian. PDII LIPI sebelumnya bernama PDIN (Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional) yang mengemban tugas memberikan pelayanan akan kebutuhan bahan bacaan segala penelitian dan lembaga penelitian di Indonesia. PDIN selalu mengalami penyempurnaan organisasi, hingga sekarang menjadi badan besar dalam penyedia informasi – informasi yang dibutuhkan peneliti.

Baca juga: PDII LIPI Penyedia Informasi Penelitian

Gengs, dibalik penyempurnaan PDIN ini ada campur tangan wanita keren lhoo, Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo. Beliau sosok yang perhatian, cekatan, pintar, sekaligus berinovasi dan mengemukakan gagasannya untuk bidang perpustakaan dan dokumentasi. Kita kupas satu – satu yaaa.

Siapakah Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo?

Beliau merupakan Direktur PDIN kedua yang menjabat pada 1973 – 1989. Ibu Luwarsih lahir di Semarang, 14 Februari 1930 dan wafat pada 04 Juli 1994. FYI, Ibu Luwarsih ini lajang semasa hidupnya, bisa dibilang the real single independent women yaa. Ibu Luwarsih merupakan sarjana muda Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan meraih gelar master di Library School, Tenesse, USA dengan program beasiswa. MasyaAllah.

Karir Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo

Dalam menjabat sebagai Direktur PDIN, jaringan PDIN tidak hanya di Indonesia, namun juga sampai ke mancanegara. Ibu Luwarsih banyak mendapat kegiatan pelatihan beasiswa di luar negeri dalam bidang informasi, dokumentasi, dan perpustakaan, menjadikannya banyak bekal saat kembali ke Indonesia dan menjadi era perkembangan dokumentasi informasi di Indonesia. Saat menjabat sebagai Direktur pula, Ibu Luwarsih juga sebagai manajer dari projek Dokumentasi Wanita dan Anak, dimana programnya untuk menunjang kegiatan kantor Mmenteri Kesejahteraan, sekarang dikenal dengan Kementerian PP dan PA.

Ibu Luwarsih turut meletakkan perhatiannya dalam dunia perpustakaan, mulai dari ketersediaan informasi, tugas pustakawan, dan kemudahan akses bagi setiap lapisan masyarakat. Perpustakaan adalah organisasi bertumpu pada jasa, pengetahuan, dan keterampilan, maka dibutuhkan pula kepiawaian pustakawan untuk melayani pemustaka. Dengan ini Ibu Luwarsih mengadakan program pelatihan pustakawan ke luar negeri, memberangkatkan kurang lebih 91 orang, termasuk karyawan PDII dan mahasiswa ilmu perpustakaan.

Ibu Luwarsih mendedikasikan dirinya sangat banyak dalam bidang ini, tidak cukup hanya menjadi Direktur PDIN, Ibu Luwarsih memeiliki karir yang cemerlang. Tahun 1990 – 1994 menjadi pekerja aktif LIPI sebagai Fungsional Peneliti pada Pusat Penelitian Pengembangan Kemasyarakatan dan Kebudayaan.

Karya Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo

Ibu Luwarsih memiliki kurang lebih 90 judul karya tulis yang dipresentasikan pada konferensi di Indonesia maupun mancanegara, artikel, dan ceramah. Ibu Luwarsih turut menulis beberapa novel yang ditujukan untuk pembaca remaja. Tati Takkan Putus Asa, Menyongsong Badai, dan Lain Sekarang Lain Esok merupakan karya tulis Ibu Luwarsih. Menyongsong Badai, mendapat hadiah utama sayembara yang diadakan oleh UNESCO dan IKAPI.

Baca juga: Menyongsong Badai penerima hadiah sayembara

Topik perhatian Ibu Luwarsih dalam bidang perpustakaan sangat besar. Beliau banyak memikirkan, bahwa perpustakaan merupakan organisasi berkembang sebagai wadah informasi yang terus bertambah dan kebutuhan masyarakat yang banyak. Menurut Ibu Luwarsih, ini merupakan hal besar yang dihadapi dunia perpustakaan.

Beliau menumpahkan gagasannya yang hingga sekarang tetap digunakan dan kian berkembang pada perpustakaan dimasa sekarang. Yap, jaringan kerja sama dan ketersediaan bahan pustaka sangat penting dalam memenuhi informasi masyarakat luas. Atas gagasan ini, dunia perpustakaan banyak mengaplikasikan teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat serta pustakawan demi kemelekkan ilmu.

Artikel ini MinCe tulis atas apresiasi untuk Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo untuk kemajuan bidang ilmu, informasi, dokumentasi, dan perpustakaan. Sehingga kita semua merasakan kemudahan dalam pengaksesan dan mendapatkan informasi di perpustakaan. Berharap dimasa yang akan datang akan lahir muda mudi seperti Ibu Luwarsih Pringgoadisurjo.

Maju Sini! Wanita Juga Bisa Jadi Pemimpin



Too glam to give a damn . .

Halo gengs apa kabar? MinCe balik nihh bawa informasi baru tentang . . apa hayo? Yup, sesuai judul, tentang wanita juga bisa jadi pemimpin. Memang iya? Loh iya jelas, kita sebagai wanita justru sangat berpotensi untuk jadi pemimpin, baik berkarisma, feminim, ataupun maskulin.

Sering dibilang wanita itu makhluk lemah, shht, maju sini yang ngomong begitu. Kita, wanita juga kuat. Gak jarang dari wanita bisa tuh ngangkat galon dan gas sendiri hihihi. Serius – serius, wanita itu bisa lho, kuat, dan kita juga bersinergi untuk terus maju dari zona nyaman.

Zaman sekarang ini, banyak banget perempuan yang pasti berpikir untuk terus berorientasi untuk hidup lebih baik. Contohnya, semakin banyak perempuan yang berambisi menjadi wanita karir. Tentu, menjadi wanita karir adalah dambaan setiap perempuan dimana bisa membawa harga diri lebih pantas dan membahagiakan dirinya sendiri. Wanita karir juga dibiliang memiliki value tinggi yang akan membuatnya terlihat lebih elegan dan bijaksana.

“You are the author of your story”

“I built me”

Nah, dari dua quotes diatas aja sudah menggambarkan bahwa wanita yang mandiri, wanita karir adalah penulis sendiri dalam ceritanya. Gak jarang banyak yang pasang tagline untuk dirinya sendiri agar dipandang sebagai independent women. Selain itu, menjadi independent women menjadi kebanggaan bagi diri sendiri bahwa, kita adalah wanita hebat apalagi jika kita memiliki banyak kemampuan.

Okey, let me tell you, girls. MinCe nemuin satu artikel yang MinCe pikir ini bagus untuk kalian baca sekaligus kalian pahami. Memang isinya tentang apa? Of course, bahwa wanita juga bisa jadi pemimpin bahkan presentasi wanita menjadi pemimpin yang menaungi bawahan itu lebih besar lhoo.

Wanita sendiri dinilai memiliki keuletan lebih tinggi dalam memimpin suatu perusahaan. Disamping itu, rasa saling menyayangi dan menghormati menjadikan wanita pemimpin yang berkarisma berbeda dengan laki - laki. Wanita mampu menunjukkan rasa hormat sekaligus kepedulian yang tinggi, bekerja secara fleksibel, dan kemampuan menyelesaikan masalah yang melihat dari segala arah.

Dalam artikel ini, membahas tiga perbandingan kepemimpinan wanita. Yang pertama wanita karir penuh waktu, wanita karir paruh waktu, dan wanita karir rumah tangga. Setiap wanita memang memiliki kodrat yang sama, dikatakan untuk mengurus rumah tangga, anak dan suami. Namun, mulai sekarang banyak mata bertujuan untuk wanita tidak hanya di rumah, melainkan dapat berkarya di luar.

Wanita karir penuh, dinilai mahir dalam memimpin suatu organisasi atau perusahaan karena sudah terlatih dan miliki tekad dalam menjadikan dirinya sendiri adalah ratu. Disamping rasa harmonis seorang wanita dinilai mampu membawa bawahan untuk bekerja lebih baik dan nyaman. Wanita karir penuh waktu juga memiliki waktu lebih banyak dalam bereksperiman untuk menentukan arah dari organisasinya.

Dalam hal lain, wanita karir rumah tangga (ibu rumah tangga), tidak kalah kerennya lhoo gengs. Bahkan ibu rumah tangga juga sangat multitasking dalam melakukan pekerjaan rumah. Gak jarang zaman sekarang ibu rumah tangga juga kerja sambilan, sekaligus jadi pemimpin dari anak – anaknya untuk terjun lebih baik ke masyarakat.

Setiap dari kita memang memimpin, bahkan terkait isu gender yang menjadi perhatian, tidak dapat memukul bahwa wanita tidak bisa jadi pemimpin.

Kalian bisa baca artikelnya sendiri nih gengs sebagai gambaran untuk meyakinkan diri bahwa kita, wanita, bisa lebih dari yang kita kira dan kita bisa jadi pemimpin.

 

Judul                           : Careerr and Family: A Study of Women Leadership

Penulis                         : Reflianto Muslim, Joni Indra Wandi

Jurnal                           : Jurnal HARKAT: Media Komunikasi Gender

Volume                         : 15

Nomor dan Halaman      : Nomor 2 Halaman 81 - 88

DOI                             : 10.15408/harkat.v15i2.13464

URL                             : https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/psga/article/view/13464

Sinta                            : 4


 

PERPUSTAKAAN KLASIK ESTETIK DI JAKARTA: FREEDOM INSTITUTE LIBRARY


 


Too glam to give a damn . .

Perpustakaan estetik yang hits di Jakarta, Freedom Institute Library. Perpustakaan ini memiliki nuansa cokelat yang bisa bikin pengunjung merasa aman dan tenteram lhoo.

Hai gengs~ balik lagi sama Tapak Cella, aku mau bawa kalian ke salah satu perpustakaan estetik di Jakarta nih. Tempatnya super duper comfy, tanpa dipungut biaya apapun, dan tanpa batasan waktu kunjungan. Untuk datang kesini gak harus jadi anggota, melainkan kita menjadi anggota perpustakaan ini saat pertama kali berkunjung.

Perpustakaan Freedom berlokasi di Gedung Wisma Bakrie, Jl. H. R. Rasuna Said No. Kav B1, Kuningan Menteng, Jakarta Selatan. Menemukan gedungnya sangat mudah, di seberang gedung KPK. Pintu masuk perpustakaan terletak di sebelah kanan sebelah front office.

Pintu masuknya cukup besar, cahaya temaram, tempatnya sangat luas dan banyak area baca. Wangi khas - khas buku tercium jelas membuat pengunjung semakin betah disini. Tidak kalah, fasilitas perpustakaan Freedom juga banyak, terutama area baca yang memiliki beragam jenis meja dan bangku.


Terdapat fasilitas WiFi gratis!! Nah siapa yang gak seneng kalau ada WiFi gratis . . pastii deh kalian langsung dateng kesana.

Freedom Institute Library gak kalah dari perpustakaan kekinian lainnya lhoo, gak hanya untuk sekedar baca, tapi untuk tempat nyantai pengunjung dari panasnya cuaca, tapiii kalian gak diizinkan untuk bawa makanan dan minuman ke area koleksi baca ya gengs. Koleksi yang dimiliki juga beragam, mulai dari sejarah, novel - novel fiksi non fiksi, sastra, filsafat, dan beragam koleksi rujukan lainnya. 

Baca juga : Perpustakaan estetik dan nyaman

Suasana dingin di ruangan ini sangat pas, gak akan bikin kalian kedinginan, melainkan semakin nyaman untuk berlama - lama di perpustakaan ini. Eits, bukan mentang - mentang nama perpustakaannya pakai bahasa Inggris koleksinya berbahasa Inggris semua ya, ada juga koleksi berbahasa Indonesia. Freedom Institute Library turut menyediakan majalah up-to-date gengs.

Freedom Institute Library bisa kalian kunjungi di hari kerja saja ya. Senin - Jum'at pukul 08:00 sampai 16:00. Dijamin kalian akan betah karena tempatnya yang sejuk dan gak begitu ramai, jadi cocok banget untuk kalian ngerjain tugas.

Baikkla sampai sini dlu ya perjumpaan kita di edisi perpustakaan estetik nan hits di Jakarta, see u dicerita berikutnya gengs . .